Kalau dengar Santa Claus, kebanyakan dari kita langsung kebayang kakek berjenggot putih pakai baju merah naik kereta rusa. Tapi di Jepang, konsep “Santa” punya versi unik yang nggak kalah menarik. Yup, namanya Hoteiosho, yang sering disebut sebagai santa jepang. Storytime dulu, yuk!
Asal-Usul Santa di Barat vs Jepang
Santa di Barat berasal dari figur Santo Nikolas, tokoh Kristen yang dikenal dermawan. Ceritanya berkembang di Eropa lalu dipopulerkan secara global lewat budaya pop Amerika. Fokusnya: hadiah, Natal, dan anak-anak yang “baik”.
Sementara itu, santa jepang atau Hoteiosho berasal dari tradisi Buddhisme. Ia adalah salah satu dari Tujuh Dewa Keberuntungan (Shichifukujin). Hoteiosho digambarkan sebagai pria tua bertubuh gemuk, selalu tersenyum, membawa karung hadiah, dan… punya mata di belakang kepala. Katanya sih, buat ngawasin perilaku anak-anak.
Makna Hadiah dari Santa
Di Barat, hadiah adalah simbol kasih sayang dan keajaiban Natal. Anak-anak dinilai dari perilaku mereka sepanjang tahun, kalau baik, dapat hadiah.
Di Jepang, Hoteiosho disimbolkan sebagai kebahagiaan, kepuasan hidup, dan berbagi tanpa pamrih. Santa jepang lebih menekankan nilai moral dan harmoni, sejalan dengan budaya Jepang yang menjunjung keseimbangan dan kebersamaan.
Perbedaan Penampilan Santa
Santa Barat identik dengan warna merah-putih, topi khas, dan rusa. Sedangkan Hoteiosho tampil dengan jubah tradisional, perut besar (simbol kemakmuran), dan ekspresi ramah. Di Jepang modern, keduanya sering “ketemu” atau kollab di mall atau event musim dingin, hasil akulturasi budaya yang fun dan unik.
Menariknya, pemahaman tentang perbedaan ini penting, apalagi buat kamu yang tertarik kerja atau belajar di Jepang. Memahami budaya lokal, termasuk figur seperti santa jepang, bikin adaptasi jadi lebih smooth dan jadi topik buat ngobrol di Jepang.
Baca juga: Perayaan Unik Natal di Jepang yang Beda dari Negara Barat
FAQ tentang Santa Jepang
Apa itu santa jepang?
Santa jepang merujuk pada Hoteiosho, figur dalam Buddhisme Jepang yang dikenal sebagai pembawa kebahagiaan dan hadiah.
Apakah Hoteiosho merayakan Natal?
Nggak secara religius. Natal di Jepang lebih bersifat budaya dan komersial, sementara Hoteiosho berasal dari tradisi Buddhis.
Kenapa Hoteiosho punya mata di belakang kepala?
Itu simbol kewaspadaan dan pengingat moral agar anak-anak berperilaku baik, bukan buat nakut-nakutin.
Apakah santa jepang masih relevan sekarang?
Banget! Hoteiosho sering muncul di festival, dekorasi, dan edukasi budaya sebagai simbol kebaikan dan keberuntungan.
LPK Yorisoi Jogja adalah lembaga pelatihan kerja ke Jepang yang membekali kamu keterampilan berbahasa Jepang dan skill kerja. Yuk, siapin masa depanmu ke Jepang bareng LPK Yorisoi Jogja sekarang!
Info lengkap & pendaftaran kelas Bahasa Jepang, hubungi:
WhatsApp: (+62) 8820-0757-4666 (Hani)
Instagram: @lpkyciajogja.com
TikTok: @lpkyciajogja

